Profil "Tengku Ryo | Musical Paradigm Project"

Tengku Ryo Rizqan - Violinist

Pemain biola yang tumbuh dalam pengaruh kuat budaya Melayu Indonesia di Sumatera Utara, pengaruh budaya yang kemudian menjadi dasar dari setiap karya kreatifitasnya,ia telah menghasilkan banyak karya musik baik dalam bentuk album maupun karya yang dirilis secara single. Prinsipnya yang kuat untuk selalu menanamkan identitas sebagai anak bangsa telah membawanya berkelana ke berbagai pertunjukan musik nasional maupun internasional.

Tengku Ryo mengawali karir musiknya dengan bermain gitar namun kemudian ia lebih fokus untuk mempelajari biola secara otodidak, meskipun belajar secara otodidak ia telah banyak belajar dari berbagai workshop dan program singkat untuk memperdalam kemahirannya bermain biola.

Tengku Ryo membuka dirinya untuk memahami berbagai jenis musik yang ada, dari musik tradisi hingga modern, kegemarannya akan sejarah dan dunia perfilman sangat mempengaruhi cakrawala bermusiknya sehingga baginya musik tidak hanya sekedar harmoni bunyi namun adalah rekaman dari suatu peristiwa, selalu ada cerita disetiap musik yang diciptakannya meskipun tanpa lirik didalamnya.

Tengku Ryo aktif dalam upaya mencerdaskan anak bangsa melalui musik dan biolanya, ia selalu ringan membagi ilmu dan penagalamannya bagi siapa saja, membuat kanal belajar biola ‘Serba Serbi Biola’ bagi siapa saja melalui media internet, membuat dan berpartisipasi diberbagai komunitas musik di tanah air.

Dari sekian banyak penampilannya ia selalu menggunakan kostum yang berbahan dasar songket Melayu, atas konsistensinya dalam bermusik dan mengembangkan budaya Melayu iapun mendapat penghargaan The Best Male Artiste dalam ajang 5th CHT International Award 2016 di Kuala Lumpur dan tampil tiga kali di Couture New York Fashion Week, oleh media Voice of America di Washington DC ia disebutkan sebagai salah satu pemain biola terbaik Indonesia yang selalu peduli terhadap pelestarian budaya bangsa.

 

Andi Gomez Setiawan - Pianist

Gomez adalah nama panggilan akrab bagi pianist lulusan terbaik dari SMM Jogjakarta dan Institut Seni Indonesia-Jogjakarta, memulai kiprah musiknya dengan mendalami musik klasik, pemahaman serta kepiawaiannya dalam memainkan musik klasik tidak diragukan lagi, kegemarannya meneliti dan memainkan karya karya komposer besar dari zaman baroque hingga era classical, dari Antonio Vivaldi, J.S Bach, F.Chopin hingga Bella Bartok membuatnya memiliki cakrawala pengetahuan harmoni musik yang sangat luas.

Andy Gomez juga dikenal dikalangan musisi jazz dalam dan luar negeri, sebagai pianist muda serba bisa, berawal dari apresiasi dan kegemarannya terhadap musik jazz membawa Gomez berkelana di dimensi musik improvisasi, eksistensinya telah banyak disaksikan oleh publik dan kepiawaiannya bermain piano telah terekam dalam beberapa karya musik para musisi papan atas di tanah air.

Selain melakukan banyak penampilan, Gomez juga aktif sebagai pengajar piano di beberapa lembaga pendidikan musik di Jakarta, memberikan masterclass dan workshop piano di banyak event. Andy Gomez adalah salah satu generasi muda yang berbakat dan aset berharga bagi masa depan musik Indonesia.

 

Bekti - Electric Upright Bass

 

Bassist yang sudah tidak asing bagi kalangan musisi dan publik tanah air, kemahirannya bermain bass telah membawanya bermain dalam berbagai genre musik, mulai dari musik tradisi hingga rock dan jazz. Musisi kelahiran Sumatera Utara ini semakin berkibar setelah meniti karir di Jakarta, sebagai session player ia telah berkolaborasi dengan bayak musisi papan atas di tanah air.

Keseriusannya dalam mendalami bass membuat Bekti dikenal sebagai salah satu bassist terbaik di Indonesia saat ini, ia juga telah banyak mengeksplorasi musik etnik nusantara sehingga tercermin dalam setiap permainannya yang khas.

Selain electric bass, ia juga mahir dalam menggunakan upright dan contra bass baik akustik maupun elektrik, penggunaan Electric Upright Bass (EUB) memudahkannya dalam melakukan perjalanan ke berbagai event musik.

 

Ade Fauzi – Gendang Melayu (featured artist)

Seniman Melayu yang telah malang melintang hingga keberbagai penjuru dunia dalammenampilkan musik khas Melayu setidaknya dalam kurun waktu dua dekade,keahliannya memainkan alat perkusi Melayu asli ini tidak diragukan lagi, ritme yang disebut 'bunga' atau 'kuncah' yang dihasilkannya sangat dinamis dan bervariasi dengan tone yang indah dan jelas. Ade Fauzi adalah maestro gendang Melayu tidak hanya di tingkatnasional namun hingga tingkat internasional. Selain ritme musik Melayu pada umumnya, Ade Fauzi mampu memainkan berbagai macam jenis ritme yang ada di dunia hanya dengan menggunakan gendang asli tradisional Melayu.